Pelangi, Pelangi, Alangkah Indahmu

[Download versi LaTeX dari artikel ini](/files/download/[PopPhy]_060304_Pelangi_pelangi_alangkah_indahmu.pdf) > "Pelangi, pelangi, alangkah indahmu.. merah, kuning, hijau, dilangit yang biru Pelukismu Agung, siapa gerangan... pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan" Begitulah lagu yang sering kita nyanyikan waktu kecil. Sayang saya lupa penggubahnya, tapi lagu ini memang indah dan menawan hati. Indah karena menggambarkan fisik pelangi, menawan hati karena tetap memuji Sang Penciptanya. Keindahan pelangi ada pada warnanya yang beragam. Pelangi memiliki semua warna dasar yang kita kenal sehari-hari. Bentuknya yang melingkar memberi cirikhas tersendiri. Kebanyakan wujud pelangi tidak membentuk bulat sempurna, namun terpotong sehingga membentuk busur seperti terlihat pada Gambar 1. Ada cerita yang mengatakan bahwa kaki pelangi menunjukkan lokasi harta karun, apakah ini mungkin? Pelangi adalah salah satu fenomena optik yang terjadi secara alamiah dalam atmosfir Bumi kita. Kali ini kita akan membahas **bagaimana pelangi tercipta** dan **beberapa fenomena seputar pelangi**.
gambar pelangi
Gambar 1. Pelangi terdiri dari semua warna dasar dan berbentuk lingkaran.
(Gambar diambil dari situs http://www.kennys.ie/.)

##Mekanisme penciptaan pelangi## Dalam fisika, warna-warna lazim diidentifikasikan dari panjang gelombang. Merah, misalnya, memiliki panjang gelombang sekitar 625 - 740 nm1, dan biru sekitar 435 - 500 nm. Kumpulan warna-warna yang dinyatakan dalam panjang gelombang2 (biasa disimbolkan dengan λ) ini disebut spektrum warna. Gambar 2 memperlihatkan rentang spektrum warna dasar yang lazim kita lihat sehari-hari.
spektrum warna
Gambar 23. Spektrum cahaya berdasarkan panjang gelombang. Warna-warna ini adalah komponen dari cahaya putih yang disebut cahaya tampak (visible light) atau gelombang tampak. Komponen lainnya adalah cahaya yang tak tampak (invisible light), seperti inframerah (di sebelah kanan warna merah) dan ultraviolet (di sebelah kiri jingga).

Sinar putih yang biasa kita lihat (disebut juga cahaya tampak atau *visible light*) terdiri dari semua komponen warna dalam spektrum di atas - tentu saja ada komponen lain yang tidak terlihat, disebut *invisible light*. Alat paling sederhana yang sering dipakai untuk menguraikan warna putih adalah **prisma kaca** seperti dalam Gambar 3. (Bagaimana prisma bisa menguraikan warna adalah sebuah cerita yang menarik, insyaallah kita bahas lain waktu dalam tema sifat-sifat cahaya.)
gambar prisma
Gambar 3. Sebuah prisma kaca menguraikan cahaya putih yang datang menjadi komponen-komponen cahayanya.
(Gambar ini diambil dari situs http://ifc.joensuu.fi/ dengan pemodifikasian seperlunya.)

Nah, di alam ini tidak hanya prisma yang bisa menguraikan cahaya. Tetesan air - dari air hujan misalnya - adalah salah contoh benda yang tersedia di alam yang bisa menguraikan cahaya putih. Ketika seberkas cahaya putih mengenai setetes air, tetesan air ini berprilaku seperti prisma. Dia menguraikan sinar putih tadi sehingga terciptalah warna-warna pelangi (lihat Gambar 4). Terciptalah pelangi.
gambar pelangi yang tercipta dari tetes-tetes air
Gambar 4. Setetes air berprilaku seperti prisma ketika menerima seberkas cahaya putih. Cahaya tersebut sebagian dipantulkan ke arah pengamat, sebagian lagi diteruskan.
(Gambar ini diambil dari situs http://www.atmosphere.mpg.de/ dengan pemodifikasian seperlunya.)

Pertanyaan yang menarik adalah **kenapa kita melihat warna dalam pelangi sebagai blok-blok yang lebar?** Ini karena disebabkan kita hanya melihat satu warna untuk satu tetesan air! Perhatikan lagi Gambar 4. Cahaya matahari yang diuraikan oleh tetesan air A hanya sampai ke mata kita pada panjang gelombang warna merah. Sementara itu, tetesan air B memberikan panjang gelombang warna ungu. Tetesan-tetesan air di antaranya memberikan masing-masing satu panjang gelombang pada mata kita. Sehingga pada akhirnya si pengamat melihat pelangi dengan warna lengkap. ##Hal-hal menarik tentang pelangi## Pelangi biasanya terjadi saat hujan gerimis (lihat Gambar 5) atau setelah hujan lebat berhenti. Setelah hujan lebat berhenti, udara dipenuhi oleh uap-uap air4. Selain itu, pelangi bisa tercipta pada genangan minyak. Terkadang pada kondisi tertentu, seberkas cahaya putih diselimuti oleh pelangi. Pelangi bisa terjadi kapan dan di mana saja asal **melibatkan tiga sekaligus sifat cahaya, yaitu refleksi (pemantulan), refraksi (pembiasan), dan difraksi**.
gambar pelangi dari pengamatan di Bumi
Gambar 5. Kita hanya bisa melihat pelangi maksimal setengah lingkaran. Untuk melihat pelangi utuh satu lingkaran, maka kita harus berdiri di tempat yang lebih tinggi.
(Gambar ini diambil dari situs http://www.atmosphere.mpg.de/.)

Ilustrasi pada Gambar 5 memperlihatkan bahwa pelangi berbentuk lingkaran. Ini adalah benar bahwa pelangi berbentuk lingkaran, bukan parabola seperti anggapan beberapa orang. Di tanah, kita hanya melihat maksimal pelangi setengah lingkaran. Kalau kita berdiri di atas hujan, misalnya di pesawat terbang, maka kita bisa melihat pelangi satu lingkaran utuh. Ini semua disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna (insyaallah akan terjawab saat nanti kita bercerita tentang sifat-sifat cahaya). Dengan geometri optik ini juga kita bisa menjelaskan **garis lurus yang melewati mata kita dan Matahari juga melewati titik pusat lingkaran pelangi**. Karena pelangi tercipta melibatkan jarak pengamat dengan tetesan air, maka pelangi selalu bergerak mengikuti pergekaran pengamat. Ini membuat **jarak kita dengan pelangi konstan (sama)**, dengan kata lain kita tidak pernah bisa mendekati pelangi. Orang yang menciptakan mitos "harta karun di kaki pelangi" mungkin mengetahui ilmu ini sehingga mencoba memperdaya kita-kita yang terlambat tahu, hehe. Sekian dulu cerita kita tentang pelangi. Suatu saat nanti kita melihat pelangi, kita sudah bisa mengerti bagaimana pelangi tercipta serta teringat jualah artikel "Pelangi, pelangi, alangkah indahmu" di situs [febdian.net](http://febdian.net "where physics and friendship combined romantically") :-P. Dan, yang paling penting adalah **semoga setelah kita mengerti maka semakin kagum lah kita kepada Sang Pencipta Pelangi**, Allah SWT. ###Catatan kaki### 1 1 nm = 0,000000001 m = 10-9 m 2 [Panjang gelombang](http://febdian.net/files/images/panjang_gelombang.jpg "ilustrasi panjang gelombang") adalah jarak yang dibutuhkan untuk membuat satu gelombang utuh. 3 Mekanika gelombang mengatakan bahwa panjang gelombang cahaya berbanding terbalik dengan frekuensi. Artinya, semakin besar panjang gelombang maka semakin rendah frekuensi cahaya tersebut. Dalam hal ini, warna merah memiliki energi lebih rendah daripada warna biru. Beberapa literatur menyatakan spektrum cahaya tampak berdasarkan frekuensi seperti dalam sebuah [situs NASA](http://wfc3.gsfc.nasa.gov/MARCONI/images-basic/spectrum.jpg "klik di sini"). 4 Itulah sebabnya setelah hujan lebat, udara menjadi lembab. *** Terdapat kemungkinan tulisan ini didiskusikan di situs lain: * *

Comments

thank you

assalamu'laikum mas, makaish artikelnya, ini yg terlengkap dalam bhs indonesia yg aku temukan thanks sekali lagi

campuran warnanya kok gak dijelasin??

hai feb, aq kasih komen dikit ya. ohya,aq kurang setuju nich dengan kata-kata "pelangi memiliki semua warna dasar yang kita miliki sehari-hari" Seingatku warna itu terdiri dari 3 dasar warna. lalu kalau 2 warna dicampur, maka akan terbentuk warna baru(mungkin jatah orang kimia yang ngejelasin ya?, hehehe) tapi aq senang nich dengan ilustrasinya, dan sedikit cerita dongeng,kalau dibalik kaki pelangi ada harta karun :)

nice article Sir!

Assalamualaikum pak, saya salah satu mahasiswa di jurusan fisika UNAIR, kebetulan saya juga pernah menulis mengenai proses terbentuknya pelangi dengan pendahuluan yang hampir sama dengan artikel ini (kok bisa ya?) saya menulisnya untuk seleksi THE FIRST STEP TO NOBEL PRIZE IN PHYSICS waktu kelas 2 SMA. Well, i must say that you've done a very good job on explaining it with an easy-to-understand words, dan terutama dengan gaya bahasa yang santai,so it feels fun to read it. saya juga pernah membaca tentang kosep multisemesta dan nano partikel yang bapak jelaskan waktu pertemuan KBK Fisika Teori, dan saya rasa topik itu sangat menarik.Mungkin lain kali bapak bisa menjelaskannya lebih lanjut saat pertemuan KBK Fisika Teori berikutnya, bagaimana pak? sekian komentar saya, Assalamualaikum Wr.Wb.

tanya2

makasih ya,,,artikelnya,, aku dapet jawaban menarik tentang pelangi... tapi aku belum dapet jawaban tentang "pelangi itu bergerak gak sih?" kalo iya, gerakannya gimana? trus munculnya itu dari bawah apa dari atas? dari artikel, pelangi itu muncul karena ada pembiasan titik2air..apakah munculnya pelangi itu bersamaan dengan jatuhnya titik2 air? intinya, pelangi itu munculnya dari sisi mana??? makasih,,,^^

warna komplementer

Sri yang baik, Tiga warna yang Sri maksudkan itu, yaitu merah, kuning, dan biru, disebut warna komplementer. Warna-warna kompelementer menjadi warna-warna dasar cat (*paint*), sehingga dari kombinasi tiga warna tersebut bisa dilahirkan warna-warna lain. Misalnya:     merah + kuning = oranye     kuning + biru = hijau Tapi perhatikan *gak*, kalau tiga warna komplementer ini letaknya khusus pada spektrum cahaya tampak? Coba perhatikan: merah paling kanan (panjang gelombang terbesar), biru paling kiri (panjang gelombang terpendek), dan kuning di tengah-tengah. *Do you feel something?* :-P

Letak Khusus???

Assalamualaikum bung Feb.... "....tiga warna komplementer ini letaknya khusus pada spektrum cahaya tampak? Coba perhatikan: merah paling kanan (panjang gelombang terbesar), biru paling kiri (panjang gelombang terpendek), dan kuning di tengah-tengah." Emang napa bung Feb dengan letak khusus itu? Jadi penasaran deh:) Tolong jawab ya. Maaf kalo agak o'on, si Putri mah emang lemot kalo ngebahas fisika:D

Iya, letak khusus...

Kekhususannya ya itu tadi: Biru di ujung kiri, kuning ditengah-tengah, dan merah di ujung kanan. Sehingga warna-warna di antaranya bisa dibuat dari kombinasi dan komposisi tiga warna tersebut. Misalnya untuk membuat hijau tua, maka dicampur biru dengan kuning dengan komposisi biru lebih pekat. Untuk membuat merah muda jambu maka dicampur kuning dan merah dengan komposisi kuning lebih pekat, dan lain sebagainya.