blogs

Mengapa Nabi Muhammad Isra' Mi'raj?

Sampai saat ini pemahaman tentang Isra' Mi'raj masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar. Satu pihak menganggap peristiwa isra' Mi'raj hanyalah sekedar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dengan segala keajaiban dan kemustahilan dalam dimensi manusia ( Baca: ISRA' MI'RAJ: Mu'jizat, Salah Tafsir, dan Makna Pentingnya dan Di manakah Tujuh Langit Itu?).

Ga ikut polik, ndri?

Pertemuan dengan kakak dan adik-adik saya pada momen pernikahan saya dua pekan silam mengingatkan saya pada banyak hal tentang masa kecil saya. Tidak disangka kakak saya begitu banyak hapal kebiasaan-kebiasaan saya sewaktu kecil — ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Masa lalu memang menjadi abadi dalam kenangan. Entah itu manis atau pahit, masa lalu adalah sejarah kita yang membuat kita seperti sekarang. Sekitar tahun 1998 - 1999, saat masih kuliah, saya dan kakak saya baru pindah dari kos-kosan lama di daerah Haur Mekar (belakang tugu perjuangan Jl. Dipati Ukur, depan kampus Unpad) ke Gg. Menara Air (Jl. Tubagus Ismail, Sadang Serang). Orang tua kami membeli sebuah rumah kecil. Turut bergabung bersama kami, Arie Irman, sepupu kami yang sejak kecil sering bersama kami.

Mungkinkah "Rumus Einstein" itu dari Melayu?

Oleh: Al Jupri Dulu saya pernah bertanya pada teman saya yang dari jurusan fisika. Kenapa rumus Einstein yang terkenal itu adalah *E = mc^2*? Kenapa rumusnya bukan *E = ma^2* atau *E = mb^2* atau yang lainnya? Mendapat pertanyaan itu, sepertinya teman saya itu menganggap pertanyaan saya tidaklah serius. Dia cuma ketawa saja. Terus, malahan dia balik bertanya ke saya. “Kenapa nama dai sejuta umat itu adalah Zainuddin MZ? Kenapa bukan Zainuddin MA, Zainuddin MB, atau yang lainnya?” begitu katanya. Saya pun jadi tertawa dibuatnya. Hahaha…. “Oh, iya.

Menghitung Kecepatan Terbang Nabi Sulaiman

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya (Bagaimana Nabi Sulaiman Terbang) bahwa Nabi Sulaiman alaihissalam mempunyai kemampuan terbang yang kecepatannya diterangkan dalam Al Qur’an surat Saba’ (34:12): Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman,yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[1235] dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

Kapan Lebaran?

Kapan lebaran? Ya 1 Syawal! Semua kita tentu sudah tahu hal ini. Yang sering jadi perselisihan adalah 1 Syawal itu berapanya kalender Masehi?

Pertanyaan ini sama dengan saat kita mau shalat di tempat baru dan tidak tahu kemana sajadah hendak diarahkan. "Ke mana arah shalat?" Ya jawabnya: ke Kiblat. Karena belum puas, kita bertanya lagi, "Ya, kiblatnya ke mana?" Ya ke Ka'bah. Nah, yang jadi perselisihan adalah letah Ka'bah itu di mana relatif terhadap posisi kita sekarang.

Penetapan "1 Syawal 1428 H itu sama dengan berapanya Masehi" persis sama dengan penyerataan dua buah satuan dalam fisika:

1 Syawal [Hijriah] = X Y [Masehi];

ada dua variabel di sini: X untuk tanggal, dan Y untuk bulan.

Ini rasanya mirip dengan penyetaraan 1 liter air ke dalam kilogram. Pertama kita sadar bahwa ada liter itu adalah satuan volume dan kilogram itu adalah satuan massa — Jadi ada dua variabel yang terlibat di sini, satuan volume dan satuan massa.. Kemudian kita cari apa yang menghubungkan volume dan massa, yaitu massa jenis (kg/m3). Sekarang kita tahu langkah pertama kita menyeterakan liter ke dalam m3:

Menghitung Kecepatan Terbang Malaikat dan Jibril

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur’an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C, http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM ). Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu[1190] Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cemat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain? Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern?

Skenario Kiamat dalam Fisika: Kiamat di Bumi

Kiamat, adalah sebuah keniscayaan, baik dalah ranah agama maupun sains. Dalam Islam setiap muslim wajib beriman kepada kiamat. Al Quran dan hadits memberikan panduan kepada kita tentang tanda-tanda, dahsyat, dan keadaan kiamat itu. Namun, Allah tidak memberi tahu kepada kita kapan pastinya kiamat itu seperti pada surat Al A'raaf (7:187):

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadinya?"

Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskannya waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat itu) sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba."

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) seakan-akan kamu mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) itu pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."

Skenario Kiamat dalam Fisika: Klarifikasi Untuk DetikCom

Perkara Alam Semesta selalu menjadi perkara menarik bagi umat manusia. Mungkin karena cerita tentang planet-planet, matahari dan bintang-bintang yang selalu disertai unsur mistik membuat kita semakin penasaran. Sepertinya kita secara intuisi tertarik dengan mistik (dan ilmu gaib).

Setidaknya ada dua pertanyaan yang sudah berkembang semenjak peradaban manusia: dari mana Alam Semesta ini berasal dan bagaimana akhirnya. Pertanyaan terakhir inilah yang menjadi tema pembicaraan saya saat diundang oleh Qalam Public Relation and Event Organier di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, di Jl. Thamrin (Jakarta) — dalam rangka Nuzulul Quran "Memahami Al Quran dengan Cara Tak Biasa...". Qalam juga mengundang Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), Fahmi Basya (matematikawan Islam), dan Agus Mustofa (pengarang buku "Akhirat Tidak Kekal"). Acara ini gratis untuk umum dan diadakan dua hari, 3-4 Oktober 2007. Kebetulan saya dan Cak Nun mengisi di hari pertama: saya sebelum berbuka dan Cak Nun setelah berbuka.

Teknologi Teleportasi di Jaman Nabi Sulaiman

Tulisan ini masih berkaitan dengan tulisan tentang Nabi Sulaiman sebelumnya. Kisah nabi Sulaiman memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba’ ke negeri Palestina yang berjarak 2.000 km dalam hitungan detik memancing pemikiran kta untuk mengetahui bagaimana teknik pemindahan singgasana tersebut. Seperti tercantum dalam Al Qur’an Surat An Naml: 38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri." 39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

Bagaimana Nabi Sulaiman Terbang?

Salah satu keistimewaan Nabi Sulaiman AS adalah bisa menguasai angin untuk perjalanan alias terbang. Seperti petunjuk dalam Al Qur'an Surat Saba' ayat 12: "Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula. ..." Penjelasan ayat tersebut (menurut catatan kaki terjemahan Depag RI): Bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuh sama dengan perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan. Petunjuk tentang kemampuan Nabi Sulaiman untuk terbang tersebut terdapat juga di Surat Al Anbiyaa' ayat 81 dan Surat Shaad ayat 36. Sangat jelas bahwa kemampuan terbang tersebut merupakan hikmah yang diberikan kepada Nabi Sulaiaman. Lalu baragkali kita bertanya-tanya: Bagaimana Nabi Sulaiman terbang?
Syndicate content