Tue, 2008-07-29 04:15 — elfarid
Sampai saat ini pemahaman tentang Isra' Mi'raj masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar. Satu pihak menganggap peristiwa isra' Mi'raj hanyalah sekedar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dengan segala keajaiban dan kemustahilan dalam dimensi manusia ( Baca: ISRA' MI'RAJ: Mu'jizat, Salah Tafsir, dan Makna Pentingnya dan Di manakah Tujuh Langit Itu?).
Fri, 2007-10-19 11:23 — elfarid
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya (Bagaimana Nabi Sulaiman Terbang) bahwa Nabi Sulaiman alaihissalam mempunyai kemampuan terbang yang kecepatannya diterangkan dalam Al Qur’an surat Saba’ (34:12):
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman,yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[1235] dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
Thu, 2007-10-11 04:21 — elfarid
Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur’an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C, http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM ).
Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu[1190]
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cemat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain? Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern?
Mon, 2007-10-01 05:57 — elfarid
Tulisan ini masih berkaitan dengan tulisan tentang Nabi Sulaiman sebelumnya. Kisah nabi Sulaiman memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba’ ke negeri Palestina yang berjarak 2.000 km dalam hitungan detik memancing pemikiran kta untuk mengetahui bagaimana teknik pemindahan singgasana tersebut.
Seperti tercantum dalam Al Qur’an Surat An Naml:
38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
Fri, 2007-09-21 02:14 — elfarid
Salah satu keistimewaan Nabi Sulaiman AS adalah bisa menguasai angin untuk perjalanan alias terbang. Seperti petunjuk dalam Al Qur'an Surat Saba' ayat 12: "Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula. ..."
Penjelasan ayat tersebut (menurut catatan kaki terjemahan Depag RI): Bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuh sama dengan perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.
Petunjuk tentang kemampuan Nabi Sulaiman untuk terbang tersebut terdapat juga di Surat Al Anbiyaa' ayat 81 dan Surat Shaad ayat 36. Sangat jelas bahwa kemampuan terbang tersebut merupakan hikmah yang diberikan kepada Nabi Sulaiaman. Lalu baragkali kita bertanya-tanya: Bagaimana Nabi Sulaiman terbang?
Fri, 2007-05-25 02:29 — elfarid
KECEPATAN CAHAYA
Kecepatan cahaya adalah kecepatan yang tercepat di jagat raya ini yaitu 299279.5 Km/det. Bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari petunjuk AL Quran
Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:
• US National Bureau of Standards
C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
• The British National Physical Laboratory
C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
• Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar
”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik".
Tapi anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam: Al Quran, kitab suci umat Islam
Wed, 2006-09-20 02:37 — elfarid
Banyak orang berpikir tentang asal-usul manusia di bumi. Konsep agama yang mengatakan Adam adalah manusia di bumi dipertanyakan oleh ilmuwan yang pro evolusi (www.harunyahya.com). Al Quran memberikan petunjuk tentang penciptaan Adam yang berasal dari tanah (materi atomik), bila kita pelajari lagi ayat Al Quran dengan penjelasa ayat lain akan kita pahami Adam diciptakan bukan di bumi kita ini tetapi di "jannah" (arti harfiahnya taman, surga).
Dalam hal ini jika kita berpikir secara riil material bahwa Adam adalah manusia pertama yang dikirim ke bumi dari "suatu tempat" (bisa planet lain yang indah seperti taman - tetapi bukan surga). Mengapa bukan dikirim dari surga? Teori fisika barangkali bisa menjelaskan (ditunggu penjelasan Mas Febdian) bahwa surga adalah tempat yang akan dihuni manusia kelak di mana dimensi waktu konstan karena dikatakan manusia akan tetap berusia muda selamanya. Berarti sekarang (dimensi waktu manusia) surga dan neraka belum tercipta, juga dalam Al Quran penciptaan alam semesata dijelaskan tetapi penciptaan surga dan neraka (kampung akhirat) tidak dijelaskan rinci hanya dijelaskan bahwa alam semesta akan hancur pada "yaumul sa'ah" dan akan dibangkitkan pada "yaumul qiyamah". Alam semsta ini setelah hancur akan didirikan lagi dalam kondisi dimana dimensi waktu konstan sehingga akan bersifat kekal abadi.
Mon, 2006-09-18 03:20 — elfarid
*Seri Taddabur Al Qur’an*
Allah menciptakan manusia sudah dilengkapi dengan Petunjuk-Nya, sehingga manusia tidak perlu repot-repot mencari atau menyusun Hukum dalam menjalani hidupnya, bahkan tinggal meneliti dan mempelajari Petunjuk Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Hukum Allah itu menerangkan hal-hal yang berlaku sampai nanti kehidupan di Akhirat.
Dalam era globalisasi dan informasi sudah saatnya bagi umat Islam untuk berpikir kritis dan dinamis demi kemajuan Islam. Hal yang perlu dipahami bahwa sesungguhnya Al Qur'an bukan hanya menerangkan ibadah saja, tetapi lebih jauh dia juga menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu tingkat tinggi yang justru lebih lengkap dan sempurna.
Akan tetapi selama ini yang dipelajari para ilmuwan Muslim baru sebatas hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur'an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta. Padahal kalau Al Qur'an dipahami dengan sungguh-sungguh maka akan muncul Sarjana-sarjana Al Qur'an dari berbagai disiplin ilmu yang berkualitas tinggi dan handal. Dengan begitu Ilmu Pengetahuan akan maju pesat sejalan dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman Al Qur'an oleh para pemeluk Islam atau para Ilmuwan itu sendiri.
Recent comments
3 hours 9 min ago
3 hours 21 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago
8 hours 54 min ago