Kiamat, adalah sebuah keniscayaan, baik dalah ranah agama maupun sains. Dalam Islam setiap muslim wajib beriman kepada kiamat. Al Quran dan hadits memberikan panduan kepada kita tentang tanda-tanda, dahsyat, dan keadaan kiamat itu. Namun, Allah tidak memberi tahu kepada kita kapan pastinya kiamat itu seperti pada surat Al A'raaf (7:187):
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadinya?"
Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskannya waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat itu) sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba."
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) seakan-akan kamu mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) itu pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."
Perkara Alam Semesta selalu menjadi perkara menarik bagi umat manusia. Mungkin karena cerita tentang planet-planet, matahari dan bintang-bintang yang selalu disertai unsur mistik membuat kita semakin penasaran. Sepertinya kita secara intuisi tertarik dengan mistik (dan ilmu gaib).
Setidaknya ada dua pertanyaan yang sudah berkembang semenjak peradaban manusia: dari mana Alam Semesta ini berasal dan bagaimana akhirnya. Pertanyaan terakhir inilah yang menjadi tema pembicaraan saya saat diundang oleh Qalam Public Relation and Event Organier di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, di Jl. Thamrin (Jakarta) — dalam rangka Nuzulul Quran "Memahami Al Quran dengan Cara Tak Biasa...". Qalam juga mengundang Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), Fahmi Basya (matematikawan Islam), dan Agus Mustofa (pengarang buku "Akhirat Tidak Kekal"). Acara ini gratis untuk umum dan diadakan dua hari, 3-4 Oktober 2007. Kebetulan saya dan Cak Nun mengisi di hari pertama: saya sebelum berbuka dan Cak Nun setelah berbuka.

Gambar 1. Medan gravitasi berdasarkan teori Relativitas Umum. Benda bermassa menyebabkan ruang melengkung disekitarnya. Lengkungan ruang inilah medan gravitasi dari benda tersebut. Jika ada partikel yang masuk dalam medan tersebut, dia akan "jatuh" ke dalam benda ini. Bahkan cahaya pun terpengaruh oleh medan gravitasi, sehingga kita bisa melihat benda lain di belakang benda ini seperti yang diilustrasikan gambar di atas.
Recent comments
32 weeks 4 days ago
32 weeks 4 days ago
33 weeks 7 hours ago
34 weeks 5 days ago
34 weeks 6 days ago
34 weeks 6 days ago
35 weeks 2 days ago
35 weeks 3 days ago
35 weeks 4 days ago
35 weeks 4 days ago