Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80

Menulis Kalimat Efektif

Saya belajar menulis kalimat efektif sejak SD. Satu kalimat harus dan hanya memiliki satu kata kerja. Hindari kalimat bertingkat. Boleh saltik (tipo), tapi tidak boleh salah tanda baca. Begitu kira-kira pelajaran menulis dari SD sampai SMA.

Tetapi, saya baru menyadari betapa pentingnya kalimat efektif dalam tulisan dan ucapan pada 1435 (2014 tahun matahari). Tahun itu adalah tahun keempat masa studi S-3 saya. Ketika itu saya masih berjibaku untuk merangkum apa-apa yang telah saya kerjakan, apa-apa yang telah saya publikasikan, dan apa-apa yang tidak jadi saya kerjakan namun dapat dilakukan.

Sayap-sayap patah

Disertasi memang bukan hanya sekadar rangkuman publikasi. Publikasi justru hanya bagian dari disertasi. Punya banyak publikasi saat S-3 tidak menjamin kita sudah punya satu disertasi. Sebaliknya, satu publikasi, jika memang dikerjakan dengan benar, dapat menjadi bagian dari disertasi.

Pada tahun terakhir itu, sensei saya berkali-kali mementahkan argumen saya. Setiap kali argumen saya patah, setiap kali itu pula saya punya ide baru. Setelah ide baru saya presentasikan, hal yang sama terjadi berulang: beliau mematahkan argumen saya.

Ini bukan lagi sayap-sayap yang patah karya Khalil Gibran. (al-ajni?a al-mutakassira.) Ini adalah argumen-argumen yang patah.

Saya yakin argumen saya tidak salah. Jika dijadikan algoritma, sudah pasti komputer dapat memahaminya. Lalu, kenapa patah juga?

Kalimat-kalimat Paling Efektif

Pada fase inilah Allah mengarahkan saya belajar Al-quran. Surat pertama yang saya pelajari secara linguistik adalah Yasin. Panduan yang saya pakai adalah podcast dari Ustadz Nooman Ali Khan.

Saya resapi, Al-quran memiliki kalimat yang efektif. Dan, saya yakini tidak ada kalimat yang lebih efektif selain kalimat-kalimat dalam Al-quran.

Saya tanya diri saya, kenapa efektif?

Jawabannya terletak pada kata-kata yang dipakai Al-quran. Kata-kata menyusun kalimat. Hanya kata-kata yang baik yang dapat membentuk kalimat yang baik.

Kesimpulan saya: pemilihan kata-kata dalam Al-quran memiliki dua karakter. Pertama, tidak ada kata yang sia-sia. Kedua, tidak ada kata yang menyesatkan.

Dua karakter ini yang membuat semua kalimat dalam Al-quran efektif.

(Efektif atau efisien, sih? Dalam konteks ini: efektif. Kok gitu? Ya gitu… Haha. Lain kali kita bahas, insyaallah.)

Dan, dua karater ini pula yang harus kita miliki saat menulis ilmiah.

Kemampuan menulis ilmiah saya berkembang pesat setelah menulis disertasi dan publikasi ilmiah. Saya belajar dari sana-sini, dari buku teks dan observasi, bahkan dari aplikasi bahasa Inggris seperti Grammarly. Semua yang saya lalui itu hanya menegaskan dua karakter yang saya dapati saat belajar surat Yasin: jangan ada kata yang mubazir, jangan ada kata yang menyesatkan.

Hari ini saya temukan panduan legendaris menulis karya ilmiah yang sering diacu para pemandu tulis. English Communication for Scientist, oleh Dr. Jean-luc Doumont, yang diterbitkan oleh Nature Education pada 17 Januari 2014.

Pada pembukaan Unit 2.1, Dr. Doumont memberi nasihat begini. Kita berbagi hasil pekerjaan kita lewat tulisan ilmiah (paper). Perkejaan itu bisa jadi orisinil dari kita, atau ulasan dari banyak pekerjaan orang. Target pembaca adalah sesama saintis. Tulisan-tulisan ilmiah ini krusial untuk mengevaluasi apa-apa yang kita pahami tentang sains. Oleh sebab itu, paper harus bertujuan untuk memberi informasi, bukan memberi impresi.

To reach their goal, papers must aim to inform, not impress.

Dr. Jean-luc Doumont

Pada Unit 2.2, Dr. Doumont memberi nasihat bagaimana menulis yang efektif. Ada dua yang menjadi poin beliau: pemilihan kata kerja dan mekanik penulisan.

Pemilihan kata kerja melingkupi kapan menggunakan past, present, dan future tenses, serta pemilihan suara aktif dan pasif.

Sedangkan mekanik penulisan terkait dengan penulisan singkatan, angka, huruf kapital, dan penggunaan tanda baca. Semacam PUEBI. Mekanik penulisan ini untuk menyederhanakan tulisan.

Kedua poin beliau ini, bagi saya, adalah usaha kita untuk menghindari kata-kata yang mubasir dan menyesatkan. Dua karakter kata-kata dalam Al-quran.

Halaman English Communication for Scientists Bermasalah

Tiga taut English Communication for Scientists yang telah saya berikan, pembukaan, Unit 2.1, dan Unit 2.2, tidak 100% kompatibel dengan browser Safari saya (macOS Monterey). Sejumlah halaman takdapat dibuka.

Untuk Unit 2.2, tentang menulis efektif, dapat diakses utuh di halaman lain (klik di sini). Mungkin unit-unit lain juga dapat kita akses di halaman lain, tetapi saya belum mencarinya.

Selamat membaca panduan Dr. Doumont, dan semoga panduan tsb. menambah semangat kita mempelajari Al-quran. Amin.

By febdian RUSYDI

a muslim, a teacher, a physicists, a blogger.

Don`t copy text!

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/febdian/domains/febdian.net/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/photon-cdn.php on line 80
%d bloggers like this: