Menulis Kalimat Efektif

Saya belajar menulis kalimat efektif sejak SD. Satu kalimat harus dan hanya memiliki satu kata kerja. Hindari kalimat bertingkat. Boleh saltik (tipo), tapi tidak boleh salah tanda baca. Begitu kira-kira pelajaran menulis dari SD sampai SMA.

Tetapi, saya baru menyadari betapa pentingnya kalimat efektif dalam tulisan dan ucapan pada 1435 (2014 tahun matahari). Tahun itu adalah tahun keempat masa studi S-3 saya. Ketika itu saya masih berjibaku untuk merangkum apa-apa yang telah saya kerjakan, apa-apa yang telah saya publikasikan, dan apa-apa yang tidak jadi saya kerjakan namun dapat dilakukan.

Rekomendasi

Pengalaman sekolah itu selalu enak dikenang, tapi tidak mau diulang. Terutama pengalaman sekolah di universitas, termasuk juga sekolah doktoral.

Setelah melewatinya, maka baru sekarang saya berani bercerita, haha.

Mari kita mulai dari awal, saat saya mendaftar ke Osaka University.

1-a-rekomendasi

Don`t copy text!
%d bloggers like this: