Masih nge-blog?

“Masih diusahakan,” tulis teladan saya, Cak Amal, dalam tulisan terakhir beliau enam bulan yang lalu di blog yang menjadi inspirasi blog ini.

Cak Amal ternyata masih rajin menulis blog. Malah blog beliau bertambah, meskipun ada yang nyaris menghilang. Cak Amal malah sudah memakai tema WordPress mutakhir, twenty twenty-one dan twenty twenty-two. Keren, benar-benar berjiwa milenia.

Sedangkan saya, terakhir menulis tahun lalu, itu pun tentang materi yang seharusnya saya letakkan di blog TPRG.

Tips Menjawab Soal Fisika

Saya tulis ini untuk membantu para peserta UTS, yang karena pandemi covid-19 ujian dilakukan di rumah masing-masing. Istilah kerennya, take home exam.

Soal-soal yang saya berikan semua berasal dari buku teks. Tidak ada soal karangan sendiri. Kenapa? Karena (1) memastikan kualitas soal, (2) melatih mahasiswa membaca, dan (3) memastikan soal-soal tersebut dapat dikerjakan. Untuk alasan ketiga ini, saya selalu pastikan buku teks pilihan memiliki instruksi/manual solusi. Buku Griffiths “Introduction to Quantum Mechanics,” dan Eisberg “Quantum Physics for Atoms, Molecules, Solid, Nuclei, and Particles” adalah dua buku teks andalan saya.

Kalau manual solusi sudah tersedia, lalu untuk apa tips ini?

Mereka Yang Bermanfaat

https://twitter.com/desyllogism/status/1177046838232248320?s=20

Tulisan berikut ini adalah catatan pinggir yang saya tulis terkait poster demo tersebut. Catatan teknis terkait dapat Anda baca di sini.

Energi yang bermanfaat disebut kerja. Dengan kata lain, kerja itu bagian dari energi secara umum. Contoh bagian energi lainnya adalah energi panas, energi listrik, energi nuklir, tapi energen tidak termasuk karena itu adalah merek dagang. 

Dari definisi ini lahir definisi lain: Manusia yang takmenghasilkan kerja sudah pasti adalah manusia yang takbermanfaat. Dia mungkin punya panas (seperti punya pekerjaan), tapi belum tentu dia bekerja (bermanfaat) 🙂

Definisi “bermanfaat untuk kepentingan manusia” ini tentu manusia pula yang menentukan. Memang benar, ini bisa diperdebatkan. Bagi pasukan sekutu saat Perang Dunia II, bom atom yang berasal dari energi nuklir bermanfaat bagi mereka untuk mengalahkan Jerman dan Jepang. Tapi, bagi rakyat Jepang yang menjadi korban tentu tidak akan pernah menerima energi nuklir dalam bentuk bom atom bermanfaat buat mereka.

Mungkin definisi “bermanfaat” yang dapat diterima mayoritas umat manusia adalah terkait produktifitas. Energi yang bermanfaat adalah energi yang dapat meningkatkan produktivitas, seperti meningkatkan hasil panen, mempercepat transportasi, dan menyamankan akomodasi.

Bagaimana cara membuat energi bermanfaat?

Ke Universitas Jember lagi

Materi Seminar Saya

Don`t copy text!
%d bloggers like this: