Menulis Kalimat Efektif

Saya belajar menulis kalimat efektif sejak SD. Satu kalimat harus dan hanya memiliki satu kata kerja. Hindari kalimat bertingkat. Boleh saltik (tipo), tapi tidak boleh salah tanda baca. Begitu kira-kira pelajaran menulis dari SD sampai SMA.

Tetapi, saya baru menyadari betapa pentingnya kalimat efektif dalam tulisan dan ucapan pada 1435 (2014 tahun matahari). Tahun itu adalah tahun keempat masa studi S-3 saya. Ketika itu saya masih berjibaku untuk merangkum apa-apa yang telah saya kerjakan, apa-apa yang telah saya publikasikan, dan apa-apa yang tidak jadi saya kerjakan namun dapat dilakukan.

Kenapa Kita Dapat Mempelajari Sains

Khutbah Jumat tanggal 28 November 2014, di masjid Osaka University.

rusydi-khutbah-jumat-20141128-Slide1

Inti sari: Kali ini di ayat ke-41, masih surat Yasin, Allah menggunakan kapal sebagai tanda keberadaann-Nya. Dengan demikian, kita disuruh berpikir bagaimana cara berjalan di atas air. Dan kita memang diberi kemampuan untuk memikirkannya. Tapi, kenapa kita diberi kemampuan untuk memikirkan tentang kapal? Lebih umum lagi, kenapa kita mampu mempelajari sains?

Presisi Waktu, Salah Satu Ciri Ciptaan Allah

Khutbah jumat tanggal 12 Mei 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah memberikan sejumlah karakter pada ciptaanNya. Salah satunya adalah presisi waktu untuk Matahari dan Bulan sebagaimana Dia jelaskan pada ayat 38, 39 dan 40 surat Yasin. Sebegitu presisinya, Allah menyuruh manusia menggunakan Matahari dan Bulan sebagai acuan waktu.

Allah Menjelaskan Perubahan Warna Langit

Khutbah jumat tanggal 4 Maret 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah menjelaskan tauhid dengan cara argumentasi deduksi, cara yang sama yang digunakan dalam metode ilmiah. Artinya, tauhid dapat dipahami dengan logika manusia. Salah satu contoh yang diberikan Allah untuk menjelaskan tauhid adalah proses perubahan warna langit yang disebut pada ayat 37 surat Yasin.

Segala Sesuatu Itu Berpasangan Kecuali Allah

Khutbah Jumat tanggal 14 Februari 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Hal fundamental yang membedakan satu agama dengan agama yang lain adalah konsep ketuhanan. Dalam Islam, konsep ketuhanan sederhana, yaitu Tuhan itu Mahaesa, atau disebut tauhid. Salah satu sifat Tuhan dalam Islam adalah tidak ada yang menyerupainya. Implikasinya, jika Allah itu Mahaesa, maka ciptaannya tidak ada yang esa. Artinya, semua ciptaanNya berpasangan. Allah menegaskan ini pada banyak tempat di dalam Al-Quran, salah satunya pada ayat 36 surat Yasin.

Don`t copy text!
%d bloggers like this: