Konteks dan Cerek

Dua artikel tentang konteks sebelum ini (artikel 4 dan artikel 5) menekankan satu poin: pendengar. Karena komunikasi ilmiah butuh pendengar, kita harus mempertimbangkan siapa pendengar kita dalam penyusunan kalimat. Pertimbangan utama, dan mungkin cuma satu-satunya pertimbangan, adalah respek, atau menghormati pendengar. Pertimbangan ini persis yang diajarkan Al-quran kepada kita lewat kata sadiidan.

Kali ini kita bicara sebuah kasus spesifik tentang pendengar: presentasi TA mahasiswa. Presenter adalah mahasiswa, pendengar adalah dua sampai empat penguji.

Kasus ini menjadi ideal jika memenuhi dua kondisi berikut ini.

Don`t copy text!
%d bloggers like this: